Hubungi : 081319828337 / Fax : 081319828337 maruli.toyota82@gmail.com Jam Kerja : SAB 08.00-21.00 WIB :
Fact about Airbag

Fact about Airbag

Facts About Airbag Semua Sobat Toyota pasti sudah tahu tentang airbag. Fitur keselamatan yang satu ini telah menjadi kelengkapan wajib di seluruh mobil Toyota, bahkan model dengan harga paling bersahabat sekalipun. Minimal ada dual airbag di depan, untuk sejumlah model mewah, kita punya 8 airbag yang terpasang. Istilah airbag tentu sudah familiar di telinga Sobat Toyota, tetapi mungkin tidak semua dari kalian yang menguasai dengan pasti bagaimana cara kerja airbag. Yuk kita bahas! Label lengkap airbag adalah SRS airbag atau Suplemental Restrain System Airbag, yang berarti bahwa airbag merupakan sistem tambahan penahan benturan. Merupakan sistem keselamatan berkendara pasif yang mendukung kinerja sabuk keselamatan alias seatbelt. Khusus untuk mobil Toyota, airbag tidak dapat berfungsi bila penumpang tidak menggunakan seatbelt sebagai langkah proteksi. • Mekanisme Kerja Airbag Sekarang mari kita bahas mekanisme bekerjanya airbag. Setiap mobil Toyota memiliki sensor airbag di bagian depan yang menerima energi benturan dan selanjutnya mengirim sinyal ke initiator. Kemudian initiator akan membakar propellant gain dan enhancer sehingga menghasilkan gas. Gas inilah yang akan mengembangkan airbag untuk melindungi penghuni kabin saat terjadi benturan, kemudian mengempis kembali. Proses dari terjadinya benturan hingga airbag mengembang terjadi sangat cepat, tidak lebih dari 0,2 detik saja. • Syarat Airbag Mengembang Perlu dipahami bahwa airbag akan mengembang jika tingkat benturan di atas ambang yang dirancang, yaitu pada kecepatan kendaraan kira-kira 25 km/ jam ketika menabrak secara frontal penghalang diam yang tidak bergerak seperti tembok. Batas kecepatan yang mungkin lebih tinggi dari 25 km/jam 10 IDEA jika membentur sebuah obyek atau penghalang yang dapat bergerak jika tertabrak, seperti menabrak bagian belakang mobil lain. Termasuk benturan keras pada bagian bawah mobil. Nah, yang sering terjadi adalah airbag tidak mengembang meski mengalami tabrakan keras. Situasi ini sering membuat konsumen salah paham Sob, mereka mengira airbag-nya rusak. • Sebab Airbag Tidak Mengembang Untuk menghindari kesalahpahaman itu, Sobat Toyota perlu menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi yang menyebabkan airbag tidak mengembang. Pertama, tabrakan dari samping (tapi itu tidak berlaku untuk mobil yang memiliki side airbag dan airbag tirai). Kedua bila mobil terguling tanpa didahului dengan tumbukan dari depan atau samping kendaraan.

Ketiga, mobil terkena tabrakan dari belakang atau kendaraan kamu menabrak obyek yang lebih tinggi seperti bagian belakang truk. Keempat, airbag juga tidak akan berfungsi bila kamu mengalami tabrakan menyudut dan menabrak tiang tepat di tengah. Mengapa demikian? Karena semua kondisi di atas tidak memicu sensor airbag di mobil untuk mengirimkan perintah ke initiator. • Efek Airbag Mengembang Lantas, jika airbag mengembang adakah efek sampingnya? Yess Sob, mengingat kecepatan ledakan yang sangat tinggi mencapai sekitar 100 km/jam, kontak penumpang dengan airbag dapat menyebabkan luka ringan atau memar. Saat meletup, airbag akan mengeluarkan asap putih, memang tidak berbahaya, tapi dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, serta sesak napas sementara. Fakta penting lainnya yang perlu sobat ketahui adalah bahwa airbag tidak butuh perawatan rumit. Konsumen cukup mengunjungi bengkel resmi Toyota untuk mengeceknya sesuai dengan kebutuhan servis berkala. Selama indikator airbag di panel instrumen tidak menyala, berarti airbag di mobil kamu dalam kondisi siap pakai. Namun jika airbag telah mengembang, maka konsumen harus mengganti dengan unit yang baru, karena airbag hanya mengembang sekali. Ingatkan juga konsumen agar ekstra hati-hati saat menempatkan anak di bangku depan ya, apalagi jika hanya dipangku orang tuanya saja. Saat kecelakaan, ia bisa terlempar dan menghantam kaca mobil, apalagi bila si kecil bergerak bebas tanpa sealtbelt. Walaupun duduk menggunakan seatbelt sekalipun, posisi duduk anak yang tidak pas membuat sabuk pengaman tidak dapat bekerja dengan baik menahan tubuh anak. Risiko pertama, si buah hati bisa terjerat tali sabuk pengaman. Kedua, saat airbag mengembang malah bisa membuat anak celaka karena tubuhnya menekan airbag yang sedang aktif lantaran tidak terikat sempurna oleh seatbelt. Sooo… lebih baik si kecil duduk nyaman dengan Isofix yang sesuai dengan umur dan tinggi badannya di bangku belakang ya. Untuk yang sudah memenuhi persyaratan, bisa pula menggunakan sabuk pengaman yang telah tersedia di bangku belakang. Ingat Sob, infokan ke konsumen bahwa sabuk pengaman tetap alat pengaman utama yang melindungi dari benturan saat kecelakaan. Karena mengembangnya airbag dapat menyebabkan cidera serius bagi penumpang depan jika tidak menggunakan seatbelt saat kecelakaan. Bahkan ada kasus korban kecelakaan terbekap oleh airbag yang mengembang dan dapat menyebabkan kematian lho Sob! Sebab itu, penting kamu ingatkan ke konsumen bahwa wajib mengenakan sabuk pengaman selama berkendara. Dengan begitu airbag dapat bekerja maksimal melindungi jika terjadi kecelakaan.

0 Komentar

Stay Connected

Visitor

005510
Users Today : 7
Users Yesterday : 8
This Month : 402
This Year : 5510
Total Users : 5510
Views Today : 10
Total views : 12092
Who's Online : 1
Your IP Address : 54.144.55.253
Server Time : 2021-11-27